This is default featured slide 1 title

This is default featured slide 1 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 2 title

This is default featured slide 2 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 3 title

This is default featured slide 3 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 4 title

This is default featured slide 4 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 5 title

This is default featured slide 5 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Semarak Kegiatan PW dan PC JQH NU se-DIY Sambut HSN 2020

DIY– Pengurus Wilayah Jam’iyatul Qurra Wal Huffadh (PW JQH) NU Daerah Istimewa Yogyakarta beserta seluruh Pengurus Cabang (PC) JQH NU Kabupaten/Kota se-DIY pada hari ini, Ahad (18/10/2020) menggelar lima kegiatan berbeda sekaligus. Kelima kegiatan ini digelar sebagai bagian menyongsong Hari Santri Nasional (HSN) pada 22 Oktober 2020.

Kelima kegiatan itu adalah Bedah Tafsir oleh PC JQH NU Bantul digelar di Pesantren Al Anwar, Palbapang, Bantul; Haflah Qira’ah Sab’ah (PC JQH NU Kota Yogyakarta) digelar di Aula Al Barokah, Jatimulyo, Tegalrejo; Pameran Kaligrafi (PC JQH NU Kulon Progo) di Pesantren Tahfidzul Qur’an Sentolo; Haflah Tilawah (PC JQH NU Sleman) digelar di Pesantren Al Jailani, Sleman; dan Sema’an Al-Qur’an (PC JQH NU Gunungkidul) di Widoro, Semin, Gunungkidul.

“Kami sangat bersyukur semua kegiatan tersebut semuanya dapat berjalan lancar,” tandas Ketua PW JQH NU DIY, KH Ujang Shihabuddin, MSI, saat dihubungi, Ahad (18/10/2020). “Kelima kegiatan saling melengkapi satu sama lain sebagai representasi kehadiran JQH NU DIY di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Secara khusus Ujang memberi pesan kepada PC JQH NU Kabupaten Bantul yang menjadikan kegiatan momentum HSN 2020 sebagai Rapat Kerja Daerah. “Semoga dapat menghasilkan keputusan program-program yang dapat membawa JQH selalu di hati ummat,” ujar Ujang yang juga Kasi Budaya Islam, Musabaqoh Alqur’an dan Hadits Bidang Penais Kanwil Kemenag DIY ini.

Ditambahkan, Bedah Tafsir di Bantul disampaikan oleh Gus Rumaizijat dari Pesantren An Nur Ngrukem, Bantul; Haflah Qira’ah Sab’ah di Yogya oleh Ustadz Abdul Jalil, M.Si; dan Haflah Tilawah di Sleman bersama Ustadz Ahmad Nabil Mubarak, S.Sos. “Sedang pameran kaligrafi di Kulon Progo merupakan karya para santri binaan Kyai Nurcholis, Pembina Kaligrafi PC JQH NU Kulon Progo,” jelas Ujang lagi.

“Melihat yang muda tampil di depan, kami sangat optimis masa depan cerah JQH NU DIY di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Apresiasi PWNU DIY
Apresiasi juga datang dari Fahmi Akbar Idris, Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU DIY, saat dimintai tanggapan atas pelaksanaan kegiatan JQH NU DIY. “Mewakili PWNU DIY, saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh PW JQH NU DIY. Meskipun di tengah situasi yang belum menggembirakan, namun JQH mampu melaksanakan kegiatan yang sangat positif dan bermanfaat bagi organisasi maupun bagi masyarakat khususnya warga nahdliyin,” paparnya.

“Kegiatan online yang dilaksanakan adalah cara cerdas untuk menjawab kondisi saat ini. Sedang kegiatan offline juga bisa dilaksanakan dengan baik serta tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah,” urainya lagi.

Selain itu, pihaknya juga berpesan berbagai kegiatan yang dilakukan saat ini bisa menjadi ide dan inovasi untuk kegiatan mendatang. “Selamat buat JQH dan agar tetap berkegiatan terus sesuai program yang direncanakan. Semoga Allah SWT meridloi semua ikhtiar kita dalam berkhidmah untuk jamaah dan jamiyyah Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.

Makna Nabi Muhammad Saw Sebagai Rahmatan lil `Alamin

Bulan Rabi’ul Awwal adalah bulan lahirnya baginda Nabi Muhammad Saw, yang sering disebut dengan bulan maulid. Sesungguhnya kelahiran beliau adalah rahmat  terbesar bagi dunia. Umat Islam wajib bergembira dengan rahmat tersebut, Allah Swt: Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (Q.S.Yunus [10]: 58). Wajar jika umat Islam bergembira atas kelahiran Nabi Muhammad Saw dan mengenang perjuangan, serta pengorbanan beliau untuk umat manusia. Oleh sebab itu, bulan maulid penting diperingati, sebagai ekspresi cintanya kepada Nabinya, agar umat Islam semakin cinta kepadaNabi Saw, sehingga semakin kuat terdorong untuk meneladani akhlak dan mengikuti sunnah dan ajarannya. 

Al-Qur’an juga menegaskan: Tidaklah Kami mengutusmu (Muhammad), kecuali sebagai   rahmat bagi seluruh alam. (Q.S. al-Anbiyâ’ [60]: 107).  Itu artinya bahwa ajaran yang dibawa Nabi Muhammad adalah ajaran yang mengajarkan nilai-nilai rahmatan lil `âlamîn.  Lalu Apa sebenarnya rahmat itu? Dan kepada siapa saja ajaran rahmat Nabi itu dapat  dirasakan? Imam al-Râghib al-Asfihâni dalam Mu’jam al-Mufaharsy li Alfâzh al-Qur’ân menjelaskan bahwa rahmat adalah dorongan yang kuat dalam diri seseorang untuk berbuat kebaikan kepada orang lain. Itu sebabnya, Allah Swt Dzat yang memiliki sifat kasih-sayang disebut  al-Rahmân dan al-Rahîm, karena rahmat Allah Swt diberikan kepada semua makhluk-Nya, tanpa pilih kasih.  

Hemat penulis, setidaknya ada empat golongan yang merasakan rahmat diutusnya Nabi Muhammad sebagai rahmatan lil lamîn. Sebab yang menarik adalah Al-Qur’an menggunakan diksi `alamin, bentuk plural dari kata `âlamIni berarti ada banyak alam yang dapat merasakan cipratan rahmat tersebut. Mereka adalah: 

Pertama, golongan manusia, baik mulsim maupun non muslim. Ajaran Nabi Saw memberikan nilai-nilai rahmat kasih sayang buat semua manusia. Bentuk konkret rahmat itu adalah bahwa Nabi Saw  mengajarkan nilai-nilai kasih sayang kepada manusia, saling menghormati satu dengan yang lain, tanpa dibatasi oleh suku agama dan ras. Kaum perempuan, kaum difable dan kelompok tertindas (mustadl`afîn) harus hargai. Kemuliaan manusia diukur bukan dengan jenis kelamin atau status sosial, melainkan dengan nilai ketakwaaanya kepada Allah Swt. Al-Qur’an menyatakan:”Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (Q.S. al-Hujurat [49]: 13 ). 

Kedua, golongan para Malaikat. Salah sau contohnya,  ketika kita mengakhiri shalat , kita diperintahkan supaya mengucapkan salam, “Assalamu’alikum  wa Rahmatullah wa Barakatuh. Upapan itu disamping untuk menutup ritual shalat kita, juga ditujukan untuk orang-orang yang ada disamping kita, dan para malaikat hafazhah yang selalu menyertai manusia (Q.S.al-An`âm[6]: 61). Termasuk,apabila kita mau memasuki rumah, kita dianjurkan untuk tetap mengucapkan salam (Q.S al-Nur [31]: 27 ), baik ada penghuninya maupun tidak ada,  sebab di dalam rumah kita ada para malaikat rahmah yang di dalam  rumah tersebut tidak ada gambar atau anjing, sebagaimana disebut salam salah satu riwayat hadis.   

Ketiga, golongan bangsa Jin. Dalam al-Qur’an disebutkan, ada sekelompok jin yang me-ngaji dan menerima pengajaran al-Qur’an dari Nabi Muhammad Saw.  Sebagian mereka ada yang beriman, namun sebagian  yang lain tetap kafir. Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami. (Q.S. Jin [72]:1-2]. Itu sebabnya, ada surat dalam al-Qur’an yang dinamakan surat Jin. Sisi lain, Nabi Saw juga mengajarkan agar manusia menghargai bangsa jin. Nabi Saw melarang  menggunakan kotoran onta untuk dipakai istinja’ (cebok). Sebab kotoran itu bagi bangsa jin adalah sebagai snack atau makanannya.Rasulullah Saw bersabda:” Janganlah kalian ber-istinjak (cebok  setelah buang air kecil dan air besar) dengan menggunakan kotoran onta dan tulang, karena keduanya merupakan bekal (makanan) saudara kalian dari bangsa jin. (H.R. al-Tirmidzi)

Keempat,  golongan bangsa hewan. Makhluk hewan juga mendapatkan  rahmat dari ajaran Nabi Muhammad, Saw.  Yang menarik adalah bahwa  al-Qur’an    menganggap bahwa makkhluk lain, seperti burung  sebagai umat  yang semisal manusia (umamun amtsâlukum): “Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. (Q.S. al-An`âm [6]: 38).

Mereka juga harus mendapatkan perlakuan yang etis dalam kehidupan ini. Bahkan Al-Qur’an  menyebut secara umum bahwa seluruh ciptaan Allah di muka bumi ini bertasbih kepadaNya. (Q.S. al- al-Shâff [61]:1 dan Jumu`ah [62]:1). Pengakuan Tuhan atas aktivitas bertasbih mereka menunjukkan bahwa mereka punya nilai secara intrinsik dalam diri mereka. Jika makhluk yang biotik dan abiotik dirusak, berarti akan menghentikan aktifitas tasbîh mereka, dan tentunya Tuhan  tidak rela.    

Kelima, golongan tumbuhan. Tumbuhan pun merasakan ajaran rahmat Nabi Muhammad Saw. Kita tidak boleh menebang pohon secara sembarangan, terutama saat melakukan ihram haji atau umrah. Itu isyarat bahwa manusia harus pandai memelihara lingkungan alam tumbuhan. Ibrahim Ozdemir dalam Islam and Ecology: A. Bestowed Trust, (USA: Harvard University Press, 2003),  hlm. 28), menyatakan bahwa: “Human beings, though at the top of creation, are only members of the community of nature. They have responsibilty toward the whole environment just as they have responsibilities  toward their families” Kutipan tersebut menegaskan bahwa meskipun manusia berada pada posisi atas dari penciptaan, namun manusia sebenarnya hanya bagian atau anggota dari komunitas alam. Untuk itu, manusia harus ramah terhadap alam dan bertanggung jawab terhadap seluruh alam lingkungannya, sebagaimana ia bertanggung jawab terhadap keluarganya. Jika manusia berbuat adil dan baika terhadap alam, maka alam pun akan ramah dan baik kepada manusia. Wa Allâhu a`lam.

Prof. Dr. Dr. Abdul Mustaqim (Guru Besar UIN Sunan Kalijaga, Anggota Majelis Ilmi PW JQH NU DIY)

HSN 2020, PW JQH NU DIY Siap Menggelar Lima Kegiatan Serentak di 5 Kabupaten/Kota

Ketua PW JQH NU DIY, KH Ujang Shihabuddin, MSI

Yogyakarta – Menyongsong Hari Santri Nasional (HSN) pada 22 Oktober 2020, Pengurus Wilayah Jam’iyatul Qurra Wal Huffadh (PW JQH) NU Daerah Istimewa Yogyakarta siap menggelar lima kegiatan sekaligus. Rencananya, kelima kegiatan ini akan dihelat serentak pada Ahad (18/10/2020) di Pengurus Cabang JQH masing-masing Kabupaten/Kota se-DIY.

Ketua PW JQH NU DIY, KH Ujang Shihabuddin, MSI menegaskan hal itu di sela Rapat Koordinasi (Rakor) PW JQH NU DIY di RM Bale Timoho, Yogyakarta, Rabu (14/10/2020). “Meski masih pandemi, namun PW JQH NU DIY beserta PC JQH NU se-DIY tetap semangat menyongsong HSN 2020. Namun kegiatan tidak bersifat umum, hanya internal pengurus sebagai upaya protokol pencegahan Covid-19,” jelasnya.

Menurut Ujang, masing-masing PC JQH NU akan menggelar acara yang berbeda satu sama lain. “Namun semuanya saling melengkapi sebagai representasi kehadiran JQH NU DIY di tengah masyarakat,” terangnya.

Ia lantas merinci kelima kegiatan tersebut adalah PC JQH NU Bantul dengan Bedah Tafsir; PC JQH NU Kota Yogyakarta dengan Haflah Qira’ah Sab’ah; PC JQH NU Kulon Progo dengan Pameran Kaligrafi; PC JQH NU Sleman dengan Haflah Tilawah; dan PC JQH NU Gunungkidul dengan Sema’an Al-Qur’an.

“Semua dilakukan secara tatap muka dengan mengikuti protokol kesehatan, juga sebagai ajang konsolidasi pengurus,” tambah Ujang seraya menambahkan teknis pelaksanaan tempat penyelenggaraan diserahkan masing-masing PC JQH Kabupaten/Kota.

“Dengan kegiatan ini kami berharap semoga dengan berkah Al-Qur’an, pandemi dapat segera berakhir,” pungkasnya. [red]

Bahas Program Kerja, Pengurus JQH NU Cabang Sleman Gelar Raker

Sleman (JQH Pers)—Pengurus Cabang Jam’iyatul Qurra’ wal Huffadz (JQH) NU Sleman hari ini, Ahad (9/8/2020) menggelar Rapat Kerja Perdana. Kegiatan ini digelar di kantor PCNU Kabupaten Sleman Jalan Dr Radjiman, Tridadi, Sleman. Ketua JQH NU Sleman, H. Hozin Ghozali saat dihubungi mengungkapkan beberapa tujuan digelar Raker ini. “Antara lain sebagai sarana ta’aruf pengurus JQH NU Sleman dan juga koordinasi-konsolidasi serta menyusun rencana program kerja,” tandasnya.

Terkait hal ini, Hozin menjelaskan pihaknya siap meningkatkan pemberantasan tuna aksara huruf Al-Qur’an. “Hal ini akan kami lakukan bekerjasama dengan instansi/lembaga dakwah dan pendidikan serta lembaga lainnya,” ujarnya. Selain itu, program kerja lainnya adalah menyusun rencana pelaksanaan pembinaan Tilawah, Tahfidz, Tafsir, Fahm, Syarh, Khat Al-Qur’an. “Termasuk di dalamnya Musabaqah Makalah Ilmiah Al-Qur’an (M2IQ),” tambahnya.

Sementara Ketua PW JQH DIY KH Ujang Shihabuddin mengapresiasi terselenggaranya Raker PC JQH NU Sleman ini. “Selamat, semoga sukses dan berkah,” ujarnya sembari menambahkan di saat yang sama PC JQH NU Gunungkidul dan Kulon Progo juga mengadakan Semaan Rutin Alquran. (Red)

Hymne JQH (Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz) Nahdlatul Ulama

Hymne JQH (Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz) Nahdlatul Ulama adalah mars lagu wajib bagi para penghafal dan pembaca Al-Qur’an warga Nahdliyin di seluruh dunia.

Mars ini tidak hanya dilagukan di even-even resmi JQH, tetapi juga dibuat do’a dan semangat para huffadz/ah, qori’/ah, mufassirin/at, khattath/ah, dan para pecinta Al Qur’an.

Hymne JQH (Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz) Nahdlatul Ulama

Berikut teks Hymne JQH NU. Silahkan disimak..

  • MARS/HYMNE JQH NU –

Jam’iyyatuna jam’iyyatul qurra’i
Jam’iyyatuna jam’iyyatul huffazhi (2x)

Li tarbiyyati abna’iz zamani
An dhulmati jahlil insani

Li thalabi ridlar-rahmani (2x)

Hayyaa…Ikhwanana ahlal Qur’ani
Hayyaa…Ihkwanana ahlal Furqani (2x)

I’lamu wanhadlu wasbiqu wadkhulu
Fi tahsin Qira’atil Qur’ani (2x)

Ya Rabbana…
Ya Rabbana atmim lana
Ya Rabbana waffiq lana
Ya Rabbana wakhtim lana (2x)

Wahdina fi sabilil qowim (2x)

Peduli Covid, SKH KR-JQH NU DIY Bagi 20 Paket Sembako kepada Huffadz DIY

SKH Kedaulatan Rakyat bekerjasama dengan Pengurus Wilayah Jam’iyatul Qurra’ wal Huffadz (JQH) DIY menyalurkan 20 paket sembako kepada huffadz DIY. Penyerahan dilakukan di Gedung PWNU DIY Jalan MT Haryono 41-42 Yogyakarta, Jumat (24/07/2020) siang. Menurut Wakil Pemimpin Redaksi KR, Ahmad Luthfie, sembako ini berasal dari para pembaca.

Ini sebagai bentuk perhatian kami kepada para penghafal Alqur’an di DIY, untuk tahap pertama kami salurkan 20 paket,” ujarnya di sela kegiatan. Penyerahan simbolis diberikan Luthfie kepada Ketua JQH NU DIY Ujang Sihabuddin.

“Mudah-mudahan bisa berkah untuk penerima dan KR. Tidak hanya 20 paket, nanti bisa kita agendakan berikutnya,” tambah Lutfie. Selain sembako, imbuhnya, KR juga membuat wastafel portable untuk sejumlah pesantren di DIY.

Di lain pihak, Ujang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KR yang memberikan perhatian berupa pemberian sembako. “Ini dapat menggugah kita dalam kondisi apapun, khususnya pandemi Covid, bisa berbagi kepada sesama,” ujarnya. Bahkan menurutnya, JQH DIY tidak hanya sekali ini dibantu KR. “Kemarin saat kami menggelar MTQ virtual juga dibantu pemberitaan oleh KR,” ungkap Kasi Budaya Islam, Musabaqoh Alqur’an dan Hadits Bidang Penerangan Agama Islam Zakat Wakaf Kemenag DIY ini.

“Makanya kami siap jika diundang ke KR untuk sema’an Alqur’an, misalnya saat peringatan ulang tahun KR,” pungkasnya. 

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!